Tulisan Avissena

Beranda » Gagasan » KM ITS TOLAK KENAIKAN HARGA BBM

KM ITS TOLAK KENAIKAN HARGA BBM

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,447

Terkait dengan isu kenaikan BBM per 1 April 2012 sebesar Rp. 1500,- ada beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama. Kenaikan ini pada dasarnya adalah upaya pemerintah untuk menekan subsidi BBM yang membengkak akibat meningkatnya harga minyak dunia. Di lain pihak kita harus meninjau banyak aspek terkait naiknya harga BBM. Secara hukum, kebijakan menaikkan harga BBM adalah melanggar konstitusi, yaitu melanggar UUD 1945 pasal 33 ayat 3. Minyak bumi, adalah kekayaan alam yang terkandung dalam bumi Indonesia sudah selayaknya dimanfaatkansebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dalam hal ini rakyat berhak untuk mendapatkan BBM dengan harga yang layak dan tidak memberatkan, hal lain yang patut dijadikan pertimbangan adalah efek domino yang akan terjadi sebagai akibat dari kenaikan harga BBM. Hal ini akan mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan lainnya. Seorang pakar ekonomi Unairmemaparkan bahwa akan terjadi inflasi sebesar 7% apabila harga BBM dinaikkan sebesar Rp. 1500,- per liter yang akan mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat sebesar 7% pula. Hal ini akan mengakibatkan sector industry menurunkan jumlah produksinya, dan akhirnya akan terjadi PHK besar-besaran. Walau data statistic menunujukkan bahwa pendapatan per-kapita masyarakat Indonesia sebesar USS 3700 per tahun, namun jurang kesenjangan sosial masyarakat Indonesia masih terlalu lebar.

Menurut data ahli ekonomi Unair tersebut, kebutuhan BBM di Indonesia mencapai 1,2 juta barrel per hari, akan tetapi hasil produksi sumur-sumur minyak di Indonesia hanya mencapai 900 ribu barrel per hari. Dan dari 900 ribu barrel per hari itu, pemerintah hanya mendapatkan 520 ribu barrel per hari, sisanya diterima kontraktor sebagai recovery cost (bagi hasil). Dan pemerintah mendapatkan BBM dari Pertamina dengan harga USS 80 per barrel. Sementara itu, sisa kebutuhan minyak Indonesia sebesar 480 ribu barrel per hari dibeli dari luar negeri dalam bentuk minyak sesuai dengan harga minayk ddunia, dan 200ribu barrel sisanya dibeli dalam bentuk BBM jadi tentunya harganya lebih mahal.

Timbul suatu pertanyaan, dimana kedaulatan energi negeri kita? Dari sekian banyak potensi energi yang kita miliki, banyak diantaranya yang malah mengalir ke pihak asing. Nasionalisasi asset di bidang energi yang kita miliki bisa menjadi solusi bangsa demi menghadapi krisis energi yang tengah dan akan terjadi. Proklamator kita, Bung Karno pernah menyatakan, “Biarkan minyak bumi di Indonesia sampai bisaa dikelola anak bangsa”

Dengan berbagai diskusi yang telah kita dilakukan, maka KM ITS memutuskan untuk MENOLAK KENAIKAN harga BBM!

Berdasar kesepakatan bersama KM ITS menyuarakan tuntutan kepada Pemerintah yang terangkum dalam DENTUM KM ITS (Delapan Tuntutan Mahasiswa KM ITS ) yaitu:

1.       Tingkatkan kesejahteraan rakyat

2.       Nasionalisasi asset di bidang energi, pertambangan, dan industry strategis

3.       Percepatan pengembangan energi alternative serta infrastrukturnya

4.       Optimalisasi pengelolaan kekayaan alam untuk rakyat sesuai UUD 1945

5.       Percepatan pembangunan sisterm transportasi missal yang aman, nyaman, handal dan murah

6.       Efisiensi anggraan belanja Negara

7.       Pemberantasan mafia anggraran

8.       Penguatan kemandirian ekonomi dalam negeri

[Press Release Aksi KM ITS Tolak Kenaikan Harga BBM]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mei 2012
S S R K J S M
    Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: