Tulisan Avissena

Beranda » Gagasan » Aku dan Mimpiku (Part. 3)

Aku dan Mimpiku (Part. 3)

Mimpi Penulis untuk Bangsa
Setelah berbicara panjang lebar tentang bagaimana seharusnya mahasiswa memberikan persembahan terbaik untuk bangsanya, bagaimana cara menuliskan mimpi untuk bangsa dan bagaimana cara kita untuk mewujudkan mimpi itu dengan “hanya” langsung saja beraksi, kini saatnya penulis menunjukkan apa saja mimpi-mimpi penulis untuk bangsanya untuk menjadi bangsa yang diimpikan yakni Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.
Saya sebagai penulis sekaligus mahasiswa tingkat akhir yang akan lulus dan diwisuda memiliki beberapa mimpi untuk masa depan Indonesia. Sebagai mahasiswa jurusan Teknik Sipil dari salah satu universitas ternama di negeri ini yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, tahun demi tahun sejak mahasiswa baru sampai menginjak tahun akhir sekarang ini rangkaian mimpi ini semakin menggumpal dan semakin dapat saya bayangkan untuk kelak dapat mewujudkannya.
Sebelum menuliskan mimpi untuk Indonesia, saya terlebih dahulu merumuskan visi pribadi saya untuk masa depan Indonesia. Karena dari visi inilah berikutnya serangkaian misi-misi dapat terjalin sehingga mimpi pun dapat terangkai.
Adapun visi saya untuk Indonesia adalah “Terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat dengan tidak adanya angkatan kerja bangsa Indonesia yang tidak bekerja, meratanya pembangunan infrastruktur akses antar daerah di seluruh Indonesia serta termanfaatkannya setiap jengkal tanah Indonesia untuk pembangunan negara”.
Mungkin rekan pembaca yang budiman bertanya mengapa saya mempunyai visi seperti yang tersebut diatas. Pertama, karena penulis menyadari bahwa jumlah seluruh penduduk Indonesia sekitar 300 juta jiwa, merupakan jumlah yang amat besar bagi suatu negara. Dengan potensi 300 juta jiwa yang dapat terberdayakan semua tanpa terkecuali, maka bisa dibayangkan karya pembangunan apa yang akan dicapai bersama dan bahkan mungkin kita dapat menjadi salah satu negara adidaya berjajar dengan Amerika Serikat, Rusia, India dan China.
Kedua, tentang pembangunan infrastruktur, ialah karena saya merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil. Secara naluri, mahasiswa dengan disiplin ilmu tertentu pasti akan mempunyai kecenderungan mimpi yang tidak jauh dari disiplin ilmu yang dipelajarinya. Lalu yang ketiga tentang “setiap jengkal tanah Indonesia untuk pembangunan negara”, karena penulis berpikir bahwa negara ini telah dikaruniakan suatu kekayaan yang luar biasa oleh Sang Pencipta. Oleh karenanya, kekayaan yang luar biasa ini harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama untuk kemajuan bangsa sendiri, bukan untuk dikeruk secara habis-habisan dan kemudian dibawa keluar negeri untuk menghidupi negeri orang sementara bangsa kita mendapatkan pengganti yang tidak sebanding.
Berbicara tentang mimpi saya yang semuanya pasti berkaitan dengan visi, sekali lagi saya menyampaikan kepada pembaca bahwa saat bermimpi jangan sampai ada batas yang menghalangi seperti halnya visi, berpikirlah secara bebas dan lepas, bermimpilah dengan penuh kreativitas dan kemajemukan namun tetap stay on the track yang telah dirancang.
Hal terdekat yang akan saya lakukan untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat adalah dengan menyelesaikan kuliah S-1 saya pada waktu yang tepat dengan Indeks Prestasi Kumulatif yang memuaskan. Dengan modal dasar ini saya berharap dapat lebih mudah mengembangkan diri saya utuk melanjutkan strata penddikan saya menjadi tingkat S-2. Sembari menuju tingkat S-2 mungkin saya akan menyempatkan diri saya untuk tetap aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi kemahasiswaan aau organisasi kepemudaan semisal Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sebagai pengurus tingkat daerah Surabaya atau pengurus tingkat pusat. Dengan harapan sebelum atau saat menjadi mahasiswa S-2 saya telah memiliki jaringan yang banyak dan kuat sehingga lebih dapat membantu saya untuk tetap berkontribusi untuk masyarakat meskipun menjadi mahasiswa S-2.
Saya akan menempuh S-2 saya ini dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang merupakan program dari Kementerian Keuangan dan dikelola oleh Kementerian Pendidikan. Sementara beberapa universitas yang menjadi pilihan saya antara lain National University of Singapore, International Islamic University of Malaysia, Nanyang Technological University atau Institut Teknologi Bandung. Dan untuk spesialisasi S-2 yang akan saya ambil adalah seputar kebijakan publik atau perencanaan wilayah kota, kenapa saya memilih kedua hal itu karena memang passion saya dari dulu adalah untuk “mengurus” orang banyak entah dengan membuat suatu program atau kebijakan untuk mereka.
Selesai menempuh S-2 dengan tetap aktif berkontribusi untuk masyarakat, saya ingin bekerja dalam lingkungan kementerian pekerjaan umum sebagai analis perumus kebijakan perencanaan wilayah kota dan perencanaan pembangunan infrastruktur. Namun, sekali lagi saat saya bekerja ini saya tetap ingin untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Setelah menempuh pendidikan S-2 ini bisa jadi saya aktif bergabung dalam sebuah yayasan sosial atau saya mendirikan sebuah yayasan sendiri. Untuk yayasan sosial yang akan saya dirikan sendiri, saya ingin membangun sebuah yayasan untuk kabupaten kelahiran saya kabupaten Nganjuk. Saya terinspirasi dari Asgar Muda yang didirikan oleh Bang Goris Mustaqim dan kawan-kawan. Yayasan “Nganjuk Bisa!” yang saya gagas akan bergerak dalam pembangunan pedesaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pendidikan untuk masyarakat Nganjuk yang lebih baik. Saya bekerja dalam lingkup Kementerian Pekerjaan Umum dan yayasan sosial ini saya rencanakan sampai dengan tahun 2021.
Pada tahun 2021 saya meniatkan diri saya untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi yaitu gelar doktoral (S-3), dan semoga saya dapat mendapatkan besasiswa untuk menempuhnya. Fokus yang akan saya ambil adalah tetap seputar perencanaan wilayah kota atau seputar kebijakan pembangunan infrastruktur suatu negara. Beberapa universitas yang menjadi target saya antara lain Harvard University, Delft University of Technology (TU Delft), Massachusetts Insitute of Technology (MIT) dan King Abdullah University of Technology (KAUST). Selama menempuh S-3 ini saya juga berharap dapat aktif dalam kegiatan masyarakat sekitar atau juga mengambil pekerjaan sampinganuntuk menambah biaya hidup selama berada di negeri orang ini.
Sepulang dari menempuh S-3 ini, yakni pada tahun 2032 sampai 2036, saya ingin mendirikan sebuah organisasi yang dapat menghimpun seluruh insinyur muslim Indonesia. Organisasi yang saya beri nama “Ikatan Insinyur Muslim Indonesia”. Saya bermimpi nantinya organisasi ini dapat menjadi wadah begi setiap insinyur Indonesia yang beragama Islam untuk secara bersama-sama memberikan kontribusi aktif dalam bidang pendidikan, pengajaran dan sosial masyarakat. Besar harapan saya Ikatan Insinyur Muslim Indonesia ini dapat memiliki seluruh cabangnya di Indonesia dengan bergabungnya seluruh Insinyur Muslim Indonesia tanpa terkecuali. Sehingga, jika ada pertanyaan “Anda seorang insinyur dan Anda muslim?”, maka susunan kalimat yang menyusul kalimat tadi adalah “maka Anda harus bergabung dalam Ikatan Insinyur Muslim Indonesia.”
Karena membentuk Ikatan Insinyur Muslim Indonesia tadi merupakan sebuah hal sekunder yang pasti akan saya lakukan, hal primernya adalah saya akan bekerja sebagai pejabat Direktorat Jenderal Bina Marga dalam Kementerian Pekerjaan Umum. Selama menjadi Dirjen, saya ingin mewujudkan salah satu visi saya yakni menjadikan seluruh wilayah Indonesia terhubung antara satu dengan yang lainnya dengan tanpa terkecuali. Sehingga, dalam satu pulau, seluruh daerah bahkan sampai desa sekalipun harus memiliki jalan akses. Sementara antar pulau tentunya dengan menyediakan suatu moda transportasi yang menyesuaikan, bisa moda transportasi laut atau udara.
Selain itu, dalam kurun waktu selama menjadi Pimpinan Ditjen Bina Marga saya juga berkeinginan dapat mengikuti suatu pelatihan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) dengan harapan saya mendapatkan pembelajaran strategis tentang pertahananan dan keamanan dalam negeri, pertahanan dan keamanan luar negeri, tentang geopolitik dan geoekonomi Indonesia, manajemen nasional serta tentang kebijakan strategis lainnya. Pasca mendapatan pelatihan di Lemhanas ini besar harapan saya agar sayadapat memberikan sumbangsih pemikiran kebijakan yang bermanfaat secara massal dan strategis untuk berbangsa dan bernegara termasuk merealisasikan visi saya tersebut diatas.
Setelah menjabat selama kurang lebih 5 tahun sebagai pimpinan di lingkungan ditjen bina marga, saya berharap agar saya dapat melanjutkan karier saya di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dengan amanah yang lebih strategis dengan harapan kontribusi yang saya berikan menjadi lebih strategis. Indonesia merupakan suatu negara kepulauan dengan jumlah pulau kurang lebih sebanyak 17.500 pulau. Pembaca yang budiman sekalian bisa membayangkan angka ini, merupakan suatu angka yang tidak sedikit jumlahnya. Oleh karena itu, dengan keadaan geografis tersebut Indonesia membutuhkan suatu infrastruktur yang menunjang konektivitas atau hubungan antar tiap wilayahnya. Agar kebijakan ini lebih cepat untuk direalisasikan, saya membutuhkan sebuah tempat yang sangat strategis di lingkup internal kementerian. Dari sinilah saya bercita-cita untuk menjadi seorang Menteri Pekerjaan Umum.
Selama tahun 2036 sampai 2040 saya menjabat sebagai menteri pekerjaan umum, saya berharap lebih banyak agar visi saya “manfaatkan setiap jengkal tanah Indonesia untuk pembangunan negara” bisa saya wujudkan karena amanah besar terlanjur ditempatkan pada pundak saya. Setiap jengkal bermakna bahwa seluruh tanah di Indonesia harus tidak boleh luput dari pembangunan negara. Ini akan saya lakukan dengan sistem distribusi peran Kementerian Pekerjaan Umum ke berbagai Dinas PU tingkat provinsi sehingga sampailah jangkauannya ke seluruh wilayah Indonesia.
Setelah mengalami manis pahit getirnya dinamika nasional sebagai menteri, saya meniatkan diri saya untuk kembali ke provinsi kampung halaman saya yakni provinsi Jawa Timur dan mengabdi sepenuhnya untuk memajukan Jawa Timur. Timbul pertanyaan, “kenapa tidak gubernur dulu baru menteri, kok justru menjadi menteri dulu baru gubernur?”. Saya memilih untuk menjadi menteri dahulu baru gubernur adalah agar saya memahami terlebih dahulu bagaimana dan seperti apa dinamika nasional bangsa kita. Saya juga ingin mencari hal-hal yang baru dan positif diluar jawa timur pada saat saya menjadi menteri untuk kemudian saat menjadi gubernur saya bawa konsep inspiratif dari berbagai daerah di Indonesia ini untuk membangun jawa timur yang lebih baik lagi. Karena dulunya letak Kerajaan Majapahit di Jawa Timur maka saya bermimpi suatu saat Jawa Timur dapat menjadi pioneer bagi provinsi lainnya dalam hal pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya unggul atas provinsi lainnya akan tetapi Jawa Timur yang unggul juga dapat menggairahkan perkembangan provinsi lainnya juga.

Yang kami harap adalah, “Terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah Pencipta alam semesta…”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2013
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: