Tulisan Avissena

Beranda » Liputan » Kronologi Aksi 9 tahun SBY

Kronologi Aksi 9 tahun SBY

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,447

Berikut sedikit kulltweet tentang berlangsungnya aksi aliansi BEM Seluruh Indonesia dalam rangka evaluasi 9 tahun pemerintahan. Aksi dimulai pukul 10.00 pagi di sekitar Monumen Nasional. Lalu massa aksi melakukan long march menuju gedung Mahkamah Konstitusi. Sejenak berhenti di gedung MK. Teman-teman mengutarakan beberapa orasinya berkenaan dengan kredibilitas lembaga negara ini. Ketika dirasa cukup berorasi selama beberapa menit, longmarch kembali dilakukan menuju sekitar Monumen Nasional seberang jalan istana negara. Di tempat inilah aksi yang sebenarnya digelar.

Aksi dimulai dengan membentuk border melingkar, ada 3 lapis border yang dibuat untuk melindungi mobil sound dan teman2 perempuan yang ada di tengah2 massa aksi laki2. Massa aksi begitu bersemangat diiringi nyanyian lagu2 perjuangan mahasiswa seperti Totalitas Perjuangan, Darah Juang dan Buruh Tani. Orasi dari beberapa teman2 kampus jabotabek mengawali Aksi pagi tersebut.

Setelah beberapa orasi dirasa cukup, giliran teman2 BEM SI Jatim melakukan aksi teatrikal. Borderpun direnggangkan membentuk lingkaran yang lebih besar. Teman2 jatim melakukan aksinya dengan menunjukkan freeze mob membentuk angka sembilan yang menjadi simbol 9 tahun sudah pemerintahan Presiden SBY berjalan. Peserta aksi menunjukkan wajah susah dan murung menandakan kesusahan rakyat yang kehidupannya tak kunjung membaik selama 9 tahun terakhir.

Aksi freeze mob yang berlangsung sekitar 10 menit ini diselingi dengan puisi oleh Mukhlis Ndoyo Said dan orasi dari Avissena yang keduanya berasal dari ITS Surabaya. Setelah aksi freeze mob selesai, dilanjutkan dengan shalat dhuhur berjamaah yang juga dilakukan di lokasi aksi. Aksi dilanjutkan kembali pukul 13.00 dengan orasi-orasi dari kampus2 lainnya, dalam orasi kaki ini ada perwakilan dari kampus sumatera dan kampus madura yang juga mengutarakan aspirasinya. Aksi diakhiri dengan pembacaan 9 tuntutan yg tercantum dalam press release.

Terdapat kericuhan yang terjadi selama aksi, antara lain saling dorong antara mahasiswa dan polisi serta beberapa pemukulan yang dilakukan aparat kepada mahasiswa yang dianggap sebagai pembuat ricuh dan tidak mau dibubarkan. Beberapa mahasiswa pun mengalami bengkak, memar, dan lebam karena pukulan dari aparat. Dikarenakan situasi yang sudah tidak kondusif teman2 mahasiswa lebih memilih untuk membubarkan diri daripada menambah korban pemukulan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2013
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: