Tulisan Avissena

Beranda » Gagasan » SUMPAH PEMUDA; momentum merangkai mimpi dan cita

SUMPAH PEMUDA; momentum merangkai mimpi dan cita

Gambar

Pada hari ini 28 Oktober 2013 saya hanya bisa berada di depan laptop menuliskan apa yang bisa saya tuliskan, menggoreskan tinta demi tinta yang semoga kelak dapat menyisakan api sejarah kehidupan yang alhamdulillah oleh Allah swt masih diberi kesempatan hidup sampai peringatan 85 tahun sumpah pemuda kali ini.

Sumpah Pemuda

Tepat 85 tahun yang lalu, yakni 28 Oktober 1928 beberapa pemuda dari perwakilan-perwakilan berbagai daerah dan latar belakang golongan yang berbeda-beda berkumpul di jalan Kramat Jaya 106 Jakarta Pusat melahirkan sebuah gagasan besar. Gagasan dan mimpi besar inilah yang kelak 17 tahun setelahnya, yakni pada tahun 1945 dapat diwujudkan. Bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu.

Di jalan ini pula, lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Soepratman pertama kalinya dikumandangkan dan dinyanyikan didepan banyak peserta kongres. Sebuah lagu yang mungkin mereka sendiri tidak menyangka bahwa lagu tersebut sampai tahun 2013 ini masih dinyanyikan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Pemuda adalah pemeran panggung sejarah dunia

Bung Karno dalam pidatonya yang berapi-api dan semangat membara mengatakan,”Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.” Soekarno Penyambung Lidah rakyat Indonesia juga berkata, “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Sepanjang sejarah peradaban dunia, telah terdapat beberapa pemuda yang telah menggoreskan sejarahnya. Tahun 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih II, seorang sultan muda yang berhasil menaklukkan Kota Konstantinopel atau Kota Istanbul sebutannya sekarang. Tahun 1776, Benjamin Franklin, George Washington, John Adams, Thomas Jefferson, John Jay, James Madison, dan Alexander Hamilton adalah sekumpulan pemuda yang meletakkan pondasi-pondasi dasar negara Amerika Serikat. Tahun 1908, organisasi pemuda yang terdiri dari sekumpulan priyayi didirikan, Budi Utomo. Tahun 1928, Sumpah pemuda digelar. Dan pada tahun 1945, Proklamasi Kemerdekan Bangsa Indonesia juga dimotori oleh pada pemuda. Berlanjut pada tahun 1966, Orde lama digulingkan pemuda dan pada tahun 1998 orde baru juga digulingkan pemuda.

Pemuda adalah sosok yang visioner

Dari sini bisa sedikit kita renungkan, bahwasanya sekumpulan pemuda dengan berbagai latar belakang tersebut berkumpul untuk menuliskan mimpi bersama. Mimpi yang mungkin kala itu hanya mereka tuliskan dan mereka tidak pernah berpikir kapan mimpi-mimpi ini dapat terwujud.

Pada tahun 2013 ini, penting kiranya kita seluruh pemuda Indonesia dapat berkumpul dan merajut mimpi dan optimisme bersama. Saya sangat iri melihat India yang telah berani menunjukkan visinya untuk India 2020. India berani menunjukkan bahwa mereka mampu merajut mimpi dan optimisme bersama satu negara terlepas seperti apa yang saya bilang diatas yaitu bisa jadi mimpi-mimpi yang dituliskan tidak dapat terwujud sesuai waktu yang direncanakan. Akan tetapi tidak masalah, bangsa ini telah berani bermimpi.

Pemuda Indonesia, beranikah kamu bermimpi?

Kemajuan pembangunan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, telah makin mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara maju. Negara-negara maju yang tergabung dalam OECD (Organization of Economic and Cooperation Development) mengakui dan mengapresiasi kemajuan pembangunan Indonesia. Oleh karenanya, Indonesia bersama Cina, India, Brazil dan Afrika Selatan diundang masuk dalam kelompok  ‘enhanced engagement countries’ atau negara yang makin ditingkatkan keterlibatannya dengan negara-negara maju. Indonesia juga tergabung dalam kelompok Group-20 atau G-20 yaitu, dua-puluh negara yang menguasai 85% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dunia, yang memiliki peranan sangat penting dan menentukan dalam membentuk kebijakan ekonomi global.

Menurut penelitian dari Mc Kinsey Institute, berdasarkan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia. Mc Kinsey berani menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi negara yang adi daya sejajar dengan Amerika Serikat, India, China, Rusia, India dengan pendapatan perkapita sejajar dengan level pendapatan perkapita negara-negara tersebut.

Selain itu, sebuah laporan resmi dari pemerintah AS bertajuk “Global Trend 2025: A Transformed World”, yang dilansir bulan November tahun 2008, secara eksplisit menyebutkan bahwa Indonesia bersama dengan Iran dan Turki akan menjadi pilar kekuatan ekonomi dunia setelah India, Cina, Brasil dan Russia pada tahun 2025.

Telah banyak berbagai jurnal dan artikel-artikel Internasional yang menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi sebuah negara besar kelak. Memperhatikan banyak orang-orang asing yang berani bermimpi tersebut, tentulah kiranya kita sebagai pemuda berpikir, “apakah aku juga harus berani bermimpi seperti orang-orang tersebut?”. Jawabannya adalah “iya, HARUS”. Pemuda sebagai generasi harapan bangsa harus berani bermimpi untuk masa depan negerinya kelak. Karena “masa sekarang adalah mimpi hari kemarin, dan hari esok adalah mimpi hari ini”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Oktober 2013
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: