Tulisan Avissena

Beranda » Gagasan » Daya Saing SDM abad 21

Daya Saing SDM abad 21

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,447

leadershipDaya saing merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan suatu bangsa. Bagaimana tidak? Bangsa merupakan suatu kumpulan entitas sosial yang terdiri dari banyak sekali personal-personal masyarakat. Dalam lingkup kecil—kecamatan misalnya—kesuksesan kecamatan pasti ditopang oleh kesuksesan-kesuksesan keluarga-keluarga yang ada di dalam kecamatan tersebut. Sehingga semakin banyak anggota keluarga yang sukses dalam kecamatan tersebut, maka akan semakin sukses pula kecamatan itu. Begitupun analoginya dengan bangsa Indonesia, kesuksesan bangsa Indonesia pastilah merupakan kumpulan kesuksesan orang-orang yang ada di dalamnya. Siapapun itu, tanpa pengecualian. Dan sekali lagi, yang berperan disini adalah kualitas SDM. Kualitas SDM yang merupakan kualitas individu-individu yang nantinya akan berkontribusi besar terhadap kesuksesan keluarga, kecamatan, kabupaten dan bangsa yang ditinggalinya.

Berbicara tentang abad 21 maka yang ada adalah kerjasama. Pada abad 21 ini seseorang akan lebih memiliki nilai bukan karena orang itu semakin mampu bersaing, akan tetapi orang tersebut akan lebih bernilai ketika seseorang tersebut dapat melakukan kerjasama.

Pada abad 20, seseorang akan lebih bernilai jika seseorang tersebut mempunyai kemampuan daya saing, kenapa begitu? Pada abad 20 kecenderungan dunia adalah saling berebut kekuasaan dan sumber daya. Perang dunia I dan perang dunia II telah menjadi bukti akan hal ini. Kedua perang tersebut terjadi karena adanya faktor persaingan (persaingan yang bersifat negatif lebih tepatnya). Perang antara melibatkan kedua blok yang saling berlawanan ini sekali lagi, karena faktor persainganlah hal ini dapat terjadi. Sehingga dampaknya adalah pada abad 20 ini seseorang akan akan lebih dicari orang lain ketika orang tersebut memiliki daya saing.

Pada saat-saat sekarang, seperti paragraf ke-dua diatas, abad 21 lebih membutuhkan kemampuan kerjasama daripada kemampuan daya saing. Namun disini akan diuraikan beberapa hal terkait beberapa faktor yang mendukung keberhasilan manusia abad 21 ini. Pertama (1) kreativitas, kreativitas adalah ide yang dapat dijual di pasaran. Kecenderungannya sekarang adalah ide merupakan sesuatu yang sangat mahal. Industri kreatif yang meliputi usaha design, perfilman dan industri music telah membuktikan keuntungan mereka yang begitu besar dengan mengembangkan industry kreatif.

Kedua (2) produktifitas, produktifitas berkaitan erat dengan karya-karya yang dihasilkan manusia. Karena semakin banyak suatu karya yang dibuat oleh manusia maka akan semakin banyak karya yang akan “dijual” kepada khalayak yang lain. Ketiga (3) kemampuan adaptasi. Kemampuan adaptasi sangat diperlukan untuk dunia yang serba borderless sekarang ini. Sekarang ini tidak perlu diherankan bahwa semakin mudah seseorang dari bangsa lain untuk mengunjungi bangsa kita. Begitu pula bangsa kita pun sama, kita semakin mudah untuk akses  ke luar negeri. Dan ketika memasuki dunia kerja, kitapun harus siap bekerja disetiap tempat didunia ini sebagai ciri dari manusia abad 21.

Untuk mewujudkan karakter diri yang serba adaptif ini maka yang harus kita lakukan adalah aktivitas belajar. Tahap-tahap belajar yang mungkin dapat sedikit kami uraikan yang pertama (1) membaca, lebih tepatnya membaca dalam arti luas. Membaca dalam arti luas tidak hanya menyembunyikan rangkaian huruf abjad, akan tetapi membaca yang dimaksud adalah senantiasa mengamati, melihat, mendengar dan memperhatikan serta kemampuan untuk membaca situasi. Dengan “membaca” ini kita dapat mengerti keadaan riil dari lingkungan sekitar kita dengan sebenar-benarnya. Kedua (2) Praktik atau aksi nyata. Aksi nyata disini amatlah diperlukan mengingat ketika kita sudah memahami kondisi dari lingkungan kita dengan sebenarnya maka kita harus mampu memberi solusi atas permasalahan yang kita temukan. Tidak dengan retorika dan berbicara belaka akan tetapi dengan kontribusi dan aksi nyata. Ketiga (3) menulis, menulis yang dimaksud adalah mendokumentasikan dan mengabarkan setiap kegiatan yang sedang, telah atau yang akan kita lakukan, dunia yang sudah serba digital ini menuntut kecepatan penyampaian informasi yang sebisa mungkin dapat diterima masyarakat, sementara kita tahu sendiri bahwa setiap informasi yang telah dilemparkan kepada masyarakat sendiri belum tentu informasi yang benar-benar dibutuhkan. Akan tetapi bisa jadi bahwa informasi yang diterima masyarakat tersebut memang diarahkan untuk mengalihkan wacana dalam masyarakat. Oleh karena itu salah satu cara untuk menjadi SDM unggul adalah kita sering menulis dalam rangka mempublikasikan aktivitas yang sedang kita lakukan. Keempat (4) berbicara, berbicara yang dimaksud adalah dalam setiap waktu dan tempat kita berusaha menyebarkan gagasan dan  membicarakan kepada orang banyak tentang ide-ide yang kita punya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2013
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: