Tulisan Avissena

Beranda » Resensi Buku » (Bedah Buku) Character Building

(Bedah Buku) Character Building

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,046

Gambar

Setiap manusia yang ada di dunia ini dilahirkan dengan begitu berbeda-beda, unique, tidak ada satupun yang sama, baik itu secara fisik seperti sidik jari dan sidik kornea yang tidak akan pernah sama antara setiap manusia yang ada ataupun secara non-fisik seperti kepribadian dan pemikiran. Dengan keunikan yang dimiliki masing-masing tersebut, otomatis, manusia dilahirkan untuk menjalankan peran fungsinya masing-masing sesuai keunikan lahir yang dimilikinya.
Keunikan lahir atau bisa disebut dengan modal dasar inilah yang disebut dengan kompetensi. Dalam buku Character Building yang dibedah ini, pengertian dari kompetensi adalah kemampuan dalam mengemban tugas, menyelesaikan pekerjaan, atau menangani persoalan. Dan Kompetensi ini sendiri terdiri dari dua hal , Yaitu : Kapasitas atau daya tampung yang dimiliki manusia untuk bekerja dan Kapabilitas yaitu kemampuan untuk mengelola kapasitas yang dimilikinya. Sehingga, untuk mencapai suatu hasil kerja yang maksimal—dengan keunikan masing-masing tadi—tidak hanya dibutuhkan kompetensi atau modal dasar, akan tetapi butuh kerja ekstra untuk memaksimalkan kompetensi.
Membicarakan kapasitas yang dimiliki manusia berarti kita membahas sesuatu dari manusia yang bisa kita tingkatkan. Sebagai daya tampung, kapasitas dapat kita tingkatkan sampai selevel yang kita inginkan, tergantung dari motivasi kita. Ibarat kapasitas ini dalam perdagangan adalah modal, namun modal ini tidak akan bertambah banyak jumlahnya jika tidak kita pergunakan untuk ‘berdagang’. Proses usaha kita untuk ‘berdagang’ ini, kita sebut sebagai kapabilitas. Sehingga, kessimpulannya adalah kapabilitas itu adalah kemampuan memanfaatkan apa yang dimilikinya.
Pembahasan bedah buku selanjutnya adalah tentang karakter. Apa itu karakter? Secara gampangnya, karakter adalah kumpulan-kumpulan sifat baik sementara untuk kumpulan sifat-sifat buruk kita sebut dengan tabiat. Kedua hal inilah yang menjadi dasar untuk peningkatan ataupun penurunan kualitas diri.
Karakter terdiri atas 2 kategori, yaitu karakter pokok dan karakter pilihan. Karakter pokok merupakan karakter yang sudah seharusnya dimiliki tiap orang, Karakter pokok begitu penting, karena menentukan kehidupan siapa pun, Tanpa karakter pokok, bisa dipastikan hidup seseorang dipandu nafsu. Karakter pokok ini kemudian dibagi lagi menjadi 3 yaitu karakter dasar, karakter unggul dan karakter pemimpin. Karakter dasar kita nyatakan sebagai pondasi, yang terdiri dari tiga nilai yaitu ego, kejujuran dan kedisiplinan. Sementara karakter unggul terdiri dari 7 nilai yakni, ikhlas, sabar, bersyukur, bertanggung jawab, berkorban, perbaiki diri dan sungguh-sungguh. Yang terakhir adalah karakter pemimpin, untuk membentuk karakter pemimpin ini dibutuhkan 9 nilai antara lain yaitu adil, arif, bijaksana, ksatria, tawadhu, sederhana, visioner, solutif, komunikatif, dan inspiratif.
Karakter pilihan merupakan perilaku baik yang berkembang sesuai dengan profesi pekerjaan. Tiap profesi memiliki perilaku karakternya. Tuntutan karakter dokter berbeda dengan karakter pengacara. Namun yang tidak boleh diabaikan, apapun profesinya, tiap orang harus membangun karakter pokok terlebih dahulu. Lebih khusus lagi, mereka wajib memiliki karakter dasar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2013
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: