Tulisan Avissena

Beranda » Islam » Selamat Datang 1 Muharram 1435 H

Selamat Datang 1 Muharram 1435 H

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,046

Tidak terasa hari ini kita sudah memasuki tahun 1435 Hijriyah, menandakan 1435 tahun yang lalu seorang Nabi beserta pengikutnya yang mulia menjalankan perintah Allah swt untuk hijrah dari Mekkah dan Madinah yang tidak hanya hijrah secara fisik saja, namun juga hijrah dalam rangka transformasi masyarakat.

Berbicara tentang waktu, boleh sekiranya kita menukilkan sedikit ayat Al-qu’ran yang membahasnya dimana Allah bersumpah atas nama waktu tersebut,

Demi masa (1), Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian Gambar(2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran(3).

Penggunaan kalimat lafii pada ayat kedua dalam surah ini merupakan penggunaan lam taukid yang bermakna sebuah kepastian. Kepastian yang dimaksud adalah bahwa kita semua manusia pasti dalam keadaan rugi kapanpun dan dimanpun. Lantas, apa yang dapat kita lakukan agar tidak mengalami kerugian seperti yang terdapat disebutkan dalam Al-qu’an ini?

Jawabannya terdapat dalam ayat ketiga dari surah ini yaitu agar kita (1) beriman (2) mengerjakan amal shaleh dan ketiga (3) saling menasehati satu dengan yang lainnya tentang kebaikan dan mesabaran.

Dalam soal keimanan, 5 imam besar masing-masing madzhab telah menyepakati bahwa pengertiannya adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.

Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.

Mengerjakan amal shaleh adalah mengerjakan tiap perbuatan yang diniatkan untuk beribadah kepada Allah swt sesuai dengan tuntunan syariat. Sehingga dalam hal ini setiap tindakan yang kita kerjakan merupakan sebuah amal shaleh jika kita niatkan untuk beribadah kepada Allah swt dan sesuai syariat. Mengendarai kendaraan bisa menjadi amal shaleh, bekerja menjadi amal shaleh, jogging menjadi amal shaleh dan masih banyak lagi perbuatan lainnya yang dapat menjadi tabungan amal shaleh kita.

Lalu saling menasehati satu dengan yang lainnya merupakan manifestasi wujud care atau kepedulian kita terhadap orang lain. Dengan saling menasehati, sikap acuh tak acuh dan egois dari dalam diri dapa sedikit demi sedikit tereduksi. Kita tentunya tidak menginginkan orang sekitar kita melakukan hal-hal yang tidak baik, maka beraksilah, jemputlah teman-teman kita yang butuh nasehat-nasehat kita itu.

Tulisan ini saya akhiri dengan mengucap penuh syukur kehadirat Allah pencipta alam yang masih memberikan saya kesempatan hidup, kesempatan bertemu dengan orang-orang baik dan kesempatan waktu serta kesehatan yang tidak akan pernah tergantikan dengan harga berapapun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2013
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: