Tulisan Avissena

Beranda » Gagasan » STRATEGI PENEGAKAN HUKUM

STRATEGI PENEGAKAN HUKUM

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,447

Manusia adalah makhluk sosial, yakni makhluk yang tidak dapat melaksanakan kehidupan sendiri seorang diri alih-alih manusia senantiasa membutuhkan manusia yang lain untuk hidupnya. Karena hidup, berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain inilah dituntut adanya interaksi dan komunikasi yang baik antara sesama manusia sehingga bisa terbangun kerjasama yang merupakan awal dari terbentuknya masyarakat.

Gambar

Seperti paragraf pertama, karena begitu dibutuhkannya komunikasi dan interaksi yang baik antara setiap manusia maka diperlukan suatu aturan yang disepakati bersama yang mengatur tatacara manusia agar berkehidupan yang baik dan adil antar sesamanya. Dalam pembentukannya, peraturan yang dibuat ini adalah kesepakatan antara beberapa orang, namun seiring dengan berjalannya waktu dan jumlah manusia menjadi semakin banyak peraturan yang dibuat beberapa manusia ini pun tersebar diantara manusia yang lain, turun temurun dan senantiasa terwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menjadi semacam peraturan yang mutlak harus ditaati oleh masyarakat luas karena peraturan ini memang mangatur tatacara kehidupan manusia agar terjalin hubungan yang baik dan berkeadilan.

Seiring berjalannya waktu pula, seiring dengan semakin kompleksnya peradaban masyarakat, peraturan inipun mengalami perubahan yang silih berganti. Peraturan ini dirubah, direvisi dan diamaandemen sesuai dengan keadaan paradaban pada tiap zaman dan setiap tempatnya. Kenapa dirubah? Karena sudah pasti keperluan tiap zaman dan daerah pastilah berbeda, keadilan—meskipun secara substansial adalah sama—secara pelaksanaan di lapangan terus selalu berbeda dari zaman ke zaman dan dari peradaban ke peradaban yang lainnya.

Peraturan yang telah dijabarkan secara panjang lebar pada kedua paragraph diatas inilah yang kemudian kita sebut sebagai hukum. Jadi hukum adalah sekumpulan peraturan yang dibuat manusia pada suatu tempat dan waktu tertentu, yang bersifat mengikat sehingga harus ditaati, yang mengatur tatacara berkehidupan manusia agar menjadi lebih baik dan berkeadilan. Dan perlu diketahui definisi hukum sangatlah berbeda-beda, banyak sekali ahli hukum—meskipun sama-sama menguasai bidang hukum—mendefinisikan pengertian hukum begitu berbeda-beda antar tiap orang. terlepas dari perbedaan definisi redaksional disini, saya yakin kita semua mempunyai pengertian definisi secara substansial yang kurang lebih sama.

Berbicara tentang Indonesia berarti membicarakan hukum. Mengacu pada pasal 27 Undang-undang Dasar 1945 yang menerangkan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu sendiri.  Dari sini kita dapat menyatakan bahwa negara kita Indonesia adalah Negara Hukum, semua warga negara—tanpa terkecuali—harus menjunjung tinggi dan patuh terhadap hukum.

Hukum yang harus bersama kita taati ini menurut Prof. Donald Black memiliki beberapa perilaku yang kemudian kita sebut dengan “the behavior of law”. Menurutnya, terdapat 4 perilaku yang dimiliki hukum. Keempat behavior ini adalah;

  1. Makin dekat dengan seseorang dengan kekuasaan, maka makin jauhlah orang itu dari jangkauan hukum. hal seperti ini biasa kita lihat pada konglomerat yang akrab dengan pemerintah dan terkena suatu kasus tertentu, konglomerat ini pasti lebih mudah lepas dari jeratan hukum dari pada orang-orang biasa.
  2. Makin tinggi status sosial seseorang, makin jauh dari jangkauan hukum. ini tidak jauh beda dengan contoh pertama.
  3. Makin besar kekuasaan yang dimiliki, maka makin tidak tejangkau hukum, contohnya adalah orang-orang pemerintah yang memiliki kekuasaan pada suatu daerah. Jarang sekali rasanya orang-orang ini ketikan terlibat suatu kasus tertentu dan dihukum setimpal dengan perbuatan yang telah dilakukannya.
  4. Penegak hukum yang kegigihannya sarat dipengaruhi dengan faktor ekonomi. Aparat penegak hukum yang menerima gaji yang kecil dari pemerintah cenderung lebih mudah untuk menerima suap dan tawaran-tawaran menggiurkan lain yang mengurangi integritasnya dalam menegakkan hukum.

Namun setelah kita  mengenal ke ‘behavior of law’ menurut Prof. Donald Black ini jangan sampai lantas kita berputus asa terhadap penegakan hukum yang ada di Indonesia. Kita harus pantang menyerah berusaha keras sesuai lini kita masing-masing untuk menegakkan hukum untuk terwujudnya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2013
S S R K J S M
« Okt   Des »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: