Tulisan Avissena

Beranda » Gagasan » “Perspektif IPTEK Dalam Rangka Mewujudkan Kewaspadaan dan Ketahanan Nasional untuk Menghadapi Globalisasi”

“Perspektif IPTEK Dalam Rangka Mewujudkan Kewaspadaan dan Ketahanan Nasional untuk Menghadapi Globalisasi”

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,447

– Analisis Masalah:

  1. Sistem Pendidikan yang belum berbasis IPTEK

Pelaksanaan pendidikan saat ini berorientasi pada teori (tidak aplikatif), muatan-muatan pendidikan yang diberikan cenderung mengedepankan kemampuan kognitif, tidak ada muatan-muatan karakter sosial, pengembangan soft skill dan muatan pengetahuan berbasis teknologi, sehingga menjadikan produk pendidikan Indonesia kurang memiliki dayainovasi dan kreatifitas.

Dalam tataran praktis diharapkan institusi penidikan—selain fungsi pendidikan karakter—juga mengajarkan teori-teori aplikatif sehingga output yang dihasilkan berorientasi pada penelitian-penelitian yang diharapkan nantinya akan bermanfaat untuk masyarakat luas. Oleh karena itu menjadi penting untuk menyelenggarakan pendidikan yang berdasar pada kebutuhan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta menuju kepada cita-cita dan tujuan nasional.

  1. 2.    SDM yang kurang memadai untuk mengelola Sumber Daya Alam secara optimal

Indonesia dengan segala Sumberdaya Alam yang dimiliki baik itu sumberdaya alam yang bisa diperbaharui (pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kehutanan) maupun yang tidak dapat diperbaharui (barang tambang, sumberdaya mineral, gas bumi dll). sampai saat ini tidak dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan negara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan kurangnya sumberdaya manusia yang mampu mengelola kekayaan alam Indonesia, ditambah dengan penguasaan dan fasilitas teknologi yang tidak memadai.

   Maka dari itu perlu adanya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menunjang hal tersebut, sampai saat ini indonesia belum memiliki sumberdaya manusia yang optimal untuk mampu mengelola kondisi tersebut, keberadaan industri dan teknologi yang sangat minim semakin menambah keterpurukan. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan Indonesia agar dapat menciptakan dan mempersiapkan sumberdaya manusia yang unggul.

Konsep pengembangan IPTEK berangkat dari pemahaman bahwa daerah-daerah di Indonesia memiliki karakteristik potensi daerah yang berbeda-beda didukung dengan keunggulan dan keunikan dari masing-masing daerah. Sehingga fokus pengembangan IPTEK masing-masing pulau besar disesuaikan dengan potensi yang ada, baik pada kekayaan alam maupun posisi geografisnya. Tidak hanya berdasarkan potensi setiap pulau-pulau besar di Indonesia, akan tetapi juga berdasarkan potensi tiap-tiap daerah di Indonesia.

 

 

  1. 3.    Penguasaan teknologi yang masih rendah

Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, namun seluruh kekayaan tersebut tidak sepenuhnya kita miliki. Karena pengelolaannya dikuasai dan dieksploitasi oleh asing. Pada era pascareformasi, Indonesia mundur ke fase industrialisasi sektor ekstraktif, yaitu Indonesia menjadi produsen bahan mentah tanpa nilai tambah. Saat ini Indonesia lebih menggantungkan diri kepada ekspor sumber daya alam dibandingkan komoditas teknologi, karena tingkat penguasaan dan pengelolaan padasumber daya yang dimiliki. Padahal jika mau maju, Indonesia harus menyesuaikan diri dengan konstelasi kompetisi bisnis global yang memosisikan kapabilitas teknologi dan inovasi yang berorientasi kepada produk bernilai tambah sebagai keunggulan kompetitif suatu negara (competitive advantage).

Perguruan tinggi harus menjadi leader dalam mengembangkan IPTEK untuk masyarakat sekitar perguruan tinggi tersebut. mendelegasikan scientist dan engineer fresh graduatenya untuk berpartisipasi mengembangkan riset dan teknologi bagi masyarakat sekitar, Masyarakat bersama komunitas bekerja bersama-sama membentuk kelompok-kelompok riset di daerahnya masing-masing. Mereka mengembangkan aplikasi teknologi yang bersesuaian dengan kebutuhan masyarakat sekitar, peran masyarakat ini harus disokong oleh pemerintah.

  1. 4.    Indonesia yang masih menjadi negara pasar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya defisit neraca perdagangan Indonesia selama September 2013 sebesar USD657,2 juta, angka defisit tersebut diperoleh dari selisih nilai ekspor sebesar USD14,81 miliar dan impor mencapai USD15,47 miliar.

Namun demikian, bila dilihat dari sisi volume perdagangan selama September 2013 terjadi surplus 46,67 juta ton. Itu didapat dari selisih antara volume ekspor sebesar 57,88 juta ton dengan volume impor 11,21 juta ton. Hal ini menunjukan bahwa penguasaan IPTEK Indonesia rendah sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara importer yang besar.

–          Rekomendasi

  1. Pembenahan kurikulum pendidikan yang berbasis IPTEK.
  2. Pengembangan IPTEK berbasis sumber daya lokal daerah
  3. Kolaborasi antara kelima elemen (perguruan tinggi, industri, pemuda/ engineer/ scientist, masyarakat, dan pemerintah) dalam pengembangan teknologi.
  4. Penambahan porsi industri strategis dalam rangka pembangunan IPTEK.
  5. Peningkatan penguasaan teknologi dalam mengelola industri hulu dan hilir sumber daya alam.
  6. Penghargaan terhadap mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berprestasi yang menempuh kuliah di dalam dan luar negeri sesuaibidang keilmuannya masing-masing.7
  7.  Laboratorium Pengembangan Riset dan Teknologi Daerah.

 

8. Forum Nasional Saintis dan Insinyur Muda Indonesia

Merupakan sebuah program yang mengumpulkan para mahasiswa yang menempuh bidang study MIPA dan Teknik untuk mengikuti pelatihan tentang IPTEK dan berdiskusi sehingga menghasilkan sebuah rekomendasi/masukan bagipengembangan IPTEK di Indonesia.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Desember 2013
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: