Tulisan Avissena

Beranda » Uncategorized » PEMAPARAN RAKER BEM ITS 2013-2014; Sebuah Tulisan Personal, Tanggapan kepada LPM Satu Kosong

PEMAPARAN RAKER BEM ITS 2013-2014; Sebuah Tulisan Personal, Tanggapan kepada LPM Satu Kosong

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,447

Mungkin terlalu terlambat untuk menanggapi ini, tapi apa salahnya, bagi saya tidak ada kebenaran dan fakta yang terlambat untuk disampaikan kepada khalayak ramai, agar semua pihak bisa memperoleh pemahaman akan fakta sebenarnya sehingga tidak terjadi suatu bias pemahaman oleh sebuah redaksional dalam tulisan.

Rekan-rekan KM ITS sekalian, beberapa waktu yang lalu tulisan dari LPM satu kosong tentang pelaksanaan rapat kerja BEM ITS 2013-2014 telah memberikan pemahaman kepada KM ITS bahwa BEM ITS diberitakan melakukan pemberosan Kas Negara (dalam tulisan Noda Hitam BEM ITS dan LMB di Penghujung Tahun).

Secara lembaga, berdasarkan roadshow yang telah dilaksanakan ke beberapa HMJ dan UKM, dari BEM ITS berterima kasih kepada LPM satu kosong yang telah berperan aktif untuk mengawal kinerja BEM ITS. Semoga yang dilakukan LPM satu kosong menjadi pemacu bagi seluruh fungsionaris BEM ITS tanpa terkecuali untuk bekerja dengan penuh amanah dan tanggung jawab.

Rekan-rekan KM ITS sekalian, salah satu hal yang disampaikan dari tulisan LPM satu kosong yang telah beredar luas ke khalayak ramai tersebut. Yakni BEM ITS diberitakan telah menghabiskan dana sebesar 40 juta untuk kegiatan raker di Kota Batu yang dilaksanakan pada tanggal 21-23 Desember 2013 (Redaksional LPM Satu Kosong: “Rapat kerja yang dimulai dari tanggal 21-23 Desember ini  menghabiskan anggaran sebesar Rp 40 juta”). Faktanya, BEM ITS hanya menerima Rp. 40 Juta, bukan menghabiskan anggaran 40 Juta dari Kemahasiswaan ITS seperti yang telah diberitakan oleh UKM Lembaga Pers Mahasiswa ini.

Alhasil, dalam pelaksanaan raker selama 3 hari tersebut BEM ITS berusaha untuk menggunakan uang tersebut secara efektif dan efisien. Penghematan yang telah berhasil dilakukan sebesar Rp. 8.972.280,- . Artinya raker BEM ITS menghabiskan dana sebesar Rp.31.027.720,-. BEM ITS sangat menyadari bahwa dana tersebut bukanlah nominal yang kecil. Dan uang tersebut digunakan untuk membiayai pengurus BEM ITS sebanyak 256 orang selama 3 hari raker. Jika uang tersebut dibagi 256 maka didapat nominal Rp. 121.202,031 atau perhari tiap orang Rp. 40.400,67. Digunakan untuk pembiayaan transportasi pulang pergi, penginapan dan konsumsi selama 3 hari, penyewaan aula serta beberapa keperluan penunjang lain yang diperlukan. Adapun untuk uang sisa sebesar 8.972.280,- tersebut digunakan untuk membantu mahasiswa yang kurang mampu dalam membayar SPP melalui kementerian KESMA BEM ITS.

Sementara itu, Dari redaksional LPM satu kosong;

“Kejadian ini merupakan suatu cacatan hitam perjalan BEM ITS dan LMB dalam priode kepengurusan ini. Terlihat bahwa BEM ITS dan LMB melakukan pemborosan dengan menghambur-hamburkan uang rakyat untuk melaksanakan kegiatan yang belum jelas hasil dan keefektifannya. Disisi lain terdapat beberapa saudara kita yang mesti merelakan kesempatannya berkuliah di ITS karena tidak mampu membayar uang kuliah akibat kebijakan banding UKT yang rumit. Di tengah permahasalahan tersebut, BEM ITS  dan LMB malah menghambur-hamburkan uang sekitar Rp 150 juta dalam waktu 2-3 hari saja. Seolah-olah BEM ITS dan LMB menjadi raja yang hidup dengan mewah tetapi rakyat hidup dalam sengsara. Sikap eksklusif bagai tinggal di menara gading ini sudah sepatutnya kita sorot. Sudah seharusnya pula BEM ITS dan LMB peka dan prihatin melihat kondisi di sekitarnya, terlebih lagi dana yang mereka gunakan merupakan uang negara hasil cucuran keringat segenap rakyat Indonesia.”

Bagaimana mungkin dengan nominal Rp.40.400,67 perhari setiap orang fungsionaris dengan keadaan berada diluar Kota Surabaya dapat “melakukan pemborosan dengan menghambur-hamburkan uang rakyat untuk melaksanakan kegiatan yang belum jelas hasil dan keefektifannya” dan “menjadi raja yang hidup dengan mewah tetapi  rakyat hidup dalam sengsara” seperti yang telah disebar-luaskan oleh LPM satu kosong?

Rekan-rekan KM ITS sekalian, disinilah saya menilai subjektivitas itu disampaikan, yakni terdapat aspek hiperbola yang dilandasi dengan sebuah tujuan tertentu yang disampaikan oleh LPM satu kosong kepada kalangan luas sehingga pembaca dimungkinkan dapat kehilangan objektivitas sudut pandang dikarenakan redaksional.

Kembali kepada redaksi yang disampaikan LPM satu kosong;

lantas, apa bedanya BEM ITS dan LMB dengan para anggota DPR yang doyan pelesiran studi banding, perjalanan dinas ataupun kunjungan kerja yang efektivitasnya dipertanyakan? Tudingan, hujatan dan cercaan yangbiasanya kita alamatkan setiap kali anggota DPRmelakukan studi banding ke luar negeri bisa jadi malah berbalik menyerang kita sendiri. Pemubadziran anggaran hingga Rp. 100 juta lebih inilah biang keladinya.

Redaksi berikutnya dari LPM satu kosong;

Seharusnya inilah titik poin yang menjadi kritisasi kita bersama. Bukan malahan kemudian meniru tabiat angggota DPR dengan ikut-ikutan mengatrol anggaran rapat!

Justru sebagai fungsionaris BEM ITS saya menjadi ingin bertanya kepada Lembaga Pers, siapa yang “ikut-ikutan mengatrol anggaran rapat!” sebagaimana yang telah tersebar-luas ke khalayak publik ini? BEM ITS mengatrol anggaran rapat? BEM ITS melakukan mark-up anggaran seperti meniru tabiat angggota DPR?” seperti yang telah menjadi berita dalam liputan LPM?. Silahkan Lembaga Pers Mahasiswa satu kosong melihat secara langsung Laporan Pertanggung-jawaban raker ini apakah ada satu rupiah saja yang dikatrol dalam pembuatan anggaran rapat kerja ini, alih-alih justru penghematan yang telah dilakukan.

Menyoal independensi Pers Mahasiswa, Pers identik dengan objektivitas dan kebenaran yang disampaikannya. Berita faktual nan segar amat dinantikan khalayak luas dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi mereka. Jika redaksional yang disampaikan bukanlah merupakan kebenaran dan fakta, menurut hemat saya dalam filosofi—hitam putih, satu kosong—maka yang disampaikan adalah kebohongan dan opini.

Namun begitu, rekan-rekan KM ITS sekalian, pasti juga banyak pertanyaan, uang sebesar itu mengapa tidak digunakan untuk kegiatan yang lain saja? Mengapa untuk raker BEM ITS?. Perlu diketahui oleh rekan-rekan KM ITS bahwa kebijakan penggunaan dana ini merupakan kebijakan dari Kemahasiswaan ITS. Artinya sejumlah uang tersebut memang untuk kegiatan ini dan tidak bisa sembarang mengalihkan anggaran dana untuk kegiatan lain di luar kebijakan yang telah dibuat Kemahasiswaan ITS.

Berdasarkan penelusuran dari BEM ITS dana yang diberikan kepada BEM ITS oleh pihak kemahasiswaan tersebut memang merupakan dana sisa anggaran untuk ormawa-ormawa ITS yang dalam pelaksanaanya tidak terserap dengan baik. Sehingga Kemahasiswaan ITS membuat kebijakan baru agar dana sisa ormawa ini dapat terserap dengan mengalokasikannya untuk membiayai raker BEM ITS yang dilaksanakan pada akhir tahun. Yang perlu kita pahami bersama adalah bahwa kebijakan tersebut merupakan murni kebijakan sepenuhnya Kemahasiswaan ITS.

Setelah beredarnya tulisan dari LPM satu kosong tersebut, BEM ITS berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan klarifikasi dari ke pihak kemahasiswaan untuk memastikan pemberian dana yang diberikan kepada BEM ITS. Hasil klarifikasi dari BEM ITS didapatkan bahwa dana yang diberikan berasal dari dana PNBT dengan anggaran 2013 yang tidak terserap dengan baik oleh organisasi mahasiswa ITS atas nama SPP/DPP.

Dengan berusaha se-objektif mungkin, saya menilai bahwa memang tidak sepenuhnya benar ketika BEM ITS memutuskan untuk menerima dana dari Kemahasiswaan ITS tersebut untuk kegiatan Raker BEM ITS. Saya merasa BEM ITS telah lalai untuk mempertanyakan dari mana dana akhir tahun sebesar ini berasal saat sebelum berangkat raker. Dari sini saya berharap untuk tiap-tiap ormawa di ITS pada saat akhir tahun ketika akan mendapatkan dana yang cukup besar untuk mempertanyakan kepada pihak Kemahasiswaan Jurusan atau ITS darimana dana tersebut berasal, apakah memang dialokasikan sejak awal untuk ormawa tersebut atau tidak.

Lalu yang kedua, saya juga menilai Kemahasiswaan ITS juga kurang tepat dalam membuat keputusan secara sepihak untuk mengalokasikan dana sisa ormawa tersebut hanya untuk BEM ITS dikarenakan menyayangkan dana sisa yang tidak digunakan akan dikembalikan kepada kas negara untuk anggaran dana tahu berikutnya (UU No. 19 tentang APBN Tahun 2012 Pasal 35). Saya berpikir hendaknya seluruh lini Kemasiswaan ITS untuk lebih giat mensosialisasikan penyerapan anggaran secara lebih masif lagi agar dana yang ada dapat digunakan seluruhnya untuk ormawa tanpa ada sisa namun tetap efektif dan efisien.

Sebagai sebuah organisasi yang berani menamakan diri sebagai Lembaga Pers Mahasiswa, sudah seyogyanya lembaga itu benar-benar dapat menjadi fasilitator khalayak ramai untuk bisa mendapatkan konsumsi informasi yang faktual serta dapat dipercaya dan dipertanggung-jawabkan  kebenarannya. Menuliskan informasi dengan semangat memberikan pencerahan kepada khalayak luas tanpa bumbu-bumbu tertentu yang telah sedikit banyak mengurangi kebenaran itu sendiri.

Pada momentum Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 februari 2014 ini saya hanya ingin menyampaikan betapa pentingnya pers sebagai salah satu pilar demokrasi sebuah negara. Negara dikatakan telah menjalankan demokrasi ketika pers memiliki fungsi kontrol yang baik terhadap eksekutif (pemerintah) selaku penyelenggara negara dapat berjalan dengan maksimal. Sehingga ungkapan yang berlaku sekarang untuk Lembaga Pers di lini manapun ia berada bukan lagi Bad News is Good News yang merupakan pepatah jaman dulu, melainkan untuk membentuk pemahaman masyarakat yang sehat dan objektif, ungkapan yang berlaku sekarang adalah Bad News is Bad News dan Good news is Good News.

Salam Pers Mahasiswa Independen Sehat Objektif!

9 Februari 2014

Moh. Yusuf Hasbi Avissena

NRP. 3110100128

Fungsionaris BEM ITS 2013/2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Februari 2014
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: