Tulisan Avissena

Beranda » Uncategorized » Gerakan Mahasiswa dan Kebijakan Otonomi Daerah | Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Gerakan Mahasiswa dan Kebijakan Otonomi Daerah | Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,046

Refleksi Panggilan Jiwa

Gerakan Mahasiswa dan Kebijakan Otonomi Daerah | Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Pasca reformasi pada tahun 1998, Indonesia telah merevisi dan melengkapi perundangan mengenai tata laksana dan pemerintah daerah. Sebuah perubahan kebijakan yang sangat cepat dan siginifikan bila dibandingkan dengan Orde Baru, dimana sebelum di revisi pada tahun 1999, Indonesia hanya menggunakan UU No.5 Tahun 1974 sebagai pedoman pokok-pokok pemerintah daerah. Bentuk otonomi daerah yang kini menghasilkan 531 pemilihan kepada daerah setiap lima tahunnya berawal dari upaya pemerintah Indonesia mempertahankan integrasi bangsa dengan melimpahkan sebagian kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Era otonomi daerah pun dimulai dengan gairah baru dan harapan bahwa negeri ini akan semakin demokratis, dan terwujudnya pemerataan pembangunan pada ke-33 provinsi yang ada di Indonesia. Semangat otonomi ini melahirkan berbagai daerah pemekaran baru –meski sebagian diantaranya tidak cukup berhasil-, adanya tata pemerintahan baru, pemimpin lokal baru, hingga pertanyaan akan kebermanfaatan dari  35…

Lihat pos aslinya 1.595 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mei 2014
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: