Tulisan Avissena

Beranda » Uncategorized » #18JuniTutupDolly; ITS bisa apa?

#18JuniTutupDolly; ITS bisa apa?

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,447

Sejarah

Kawasan dolly dulunya merupakan kawasan pemakaman warga Tionghoa pada zaman penjajahan Belanda, namun pemakaman ini kemudian diubah oleh sorang Noni Belanda bernama dolly dan dijadikan sebagai tempat pelacuran yang disediakan untuk orang-orang belanda yang sampai saat ini masih ada dan justru makin besar, bahkan konon katanya transaksi perbulan di lokalisasi tersebut dapat mencapai 34 Milyar.tolak-penutupan-gang-dolly

Informasi terkini

Berdasarkan Survey yang dilakukan oleh Bapak Isa Ansori seorang aktivis pemerhati sosial dolly yang telah lebih dari 2 tahun disana, beliau melakukan survey di lokalisasi dolly dan jarak,

Rencana terdekat Pemerintah Kota Surabaya setelah penutupan lokalisasi adalah pemkot akan “tancap gas” membangun sentra PKL dan pasar dengan menggunakan rumah bekas wisma. Perihal wisma mana saja yang akan dibeli oleh pemkot sudah ada datanya, dan sedang dalam proses.

Informasi terakhir memberitakan bahwa Masyarakat Dolly meminta MoU (Memorandum of Understanding) kepada Pemerintah Kota Surabaya berisikan jaminan penghasilan seperti sentra PKL, pasar dan modal usaha karena sebagaimana diketahui alasan warga dolly menolak penutupan lokalisasi tidak lain adalah faktor ekonomi.

Kenapa Dolly harus ditutup?

Beberapa hal yang menyebabkan dolly harus ditutup antara lain;

  1. 1.      Nilai agama dan moral

Tidak dapat dipungkiri, siapapun pasti berpikiran bahwa menjadi pelacur bukanlah pekerjaan yang bermartabat. Atau kalaupun merupakan pekerjaan yang bermartabat, adakah dari kita yang bercita-cita menjadi pelacur? Tentu saja tidak.dan tidak perlu kiranya dibahas panjang lebar disini karena pasti semua agama, atas nama menjunjung martabat manusia, pasti tidak menginginkan aktivitas prostitusi berlangsung.

  1. 2.      Amanat Perda Kota Surabaya

Terdapat 4 Perda yang menjadi landasan untuk melakukan penutupan dolly , beberapa Perda Kota Surabaya tersebut antara lain

Perda Kota Surabaya No. 7 Tahun 1999 tentang larangan menggunaan bangunan untuk perbuatan asusila serta pemikatan untuk melakukan perbuatan asusila di Kota Surabaya. dalam perda ini tercantum bahwa setiap orang dilarang menggunakan bangunan/tempat untuk melakukan perbuatan asusila. Sehingga bagaimanapun Pemerintah kota berkewajiban untuk menjalankan amanah perda ini antara lain dengan melakukan penutupan/penyegelan terhadap bangunan/ tempat yang digunakan untuk melakukan perbuatan asusila

Perda Kota Surabaya No. 6 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan perlindungan anak. Adapun perlindungan anak yang dimaksud tidak hanya perlindungan secara fisik namun juga psikis, termasuk kewajiban pemerintah untuk memenuhi pendidikan anak-anak dalam wajib belajar 12 tahun.

Perda Kota Surabaya tentang Peredaran Minuman Beralkohol

Perda Kota Surabaya tentang Ketertiban Umum

  1. 3.      Terjadi Eksploitasi tidak manusiawi kepada Wanita Pekerja Seksual

Menurut data yang dihimpun, biaya minimal untuk melakukan transaksi di lokalisasi adalah Rp. 200.000,00 per orang. Adapun rinciannya adalah 60% uang itu untuk Mucikari, biaya sewa kamar dan wisma serta biaya keamanan yang biayanya Rp. 25.000,00 per tamu per PSK. Sementara sisanya yaitu 40% yang hanya diterima PSK. Jelas-jelas yang diuntungkan bukanlah para PSK, namun justru pemilik wisma atau mucikari yang banyak mengeruk keuntungan. Ditambah lagi dengan para PSK yang “dipaksa” untuk berhutang kepada mucikari dengan bunga tinggi untuk biaya beli baju, make up dsb.

  1. 4.      Psikologi Perkotaan

Dari sudut pandang psikologi perkotaan, prostitusi bisa didekati melalui 2 pendekatan, yaitu ditempatkan dalam lokalisasi atau dilarang sama sekali. Beberapa negara seperti Belanda dan Norwegia menempatkan prostitusi dalam lokalisai dan melegalkannya. Namun belakangan ini, menurut Pak Aries, keduanegara tersebut mulaicenderung untuk menutup lokalisasi dan menekan prostitusi.

Namun dampak yang justru membahayakan seperti permasalahan perilaku masyakat yang akan berkembang secara masiv di Kota Surabaya. Secara tidak langsung, kasus merebaknya pelajar menjadi pekerja sex online maupun anak-anak SMP sekitaran dolly sudah melakukan hubungan sexual secara tidak langsung dipengaruhi oleh aktivitas dolly sendiri. Bukan hanya goverment guide yang bekerja tapi element seluruh yang menyangkut permasalahan prostitusi melakukan win-win solution untuk permasalahan penutupan supaya permasalahan perkotaan khusunya psikologi masyarakat yg berkembang tidak mengkhawatirkan.

  1. 5.      Data Hasil Survey

Hasil survey secara akumulatif menunjukkan bahwa secara 50:50 antara yang pro dan yang kontra, dengan rincian 100% Mucikari, 70% PSK, 40% Rumah Tangga, 80% Pramujasa dan 50% Pedagang Kecil menolak penutupan dolly. Sementara itu sisanya dan 100% anak-anak lokalisasi dolly mendukung penutupan dolly.

Anak-anak menyampaikan bahwa setelah waktu isya mereka tidak bisa belajar dikarenakan dentuman keras musik tiap wisma, mereka juga seringkali melihat adegan orang dewasa di ruang tamu, di jalandan tidak jarang mereka melihat orang dewasa bertengkar.

Siapapun orang yang berhati nurani pasti ketika telah mengetahui bahwa 100% anak mendukung penutupan, pasti orang tersebut akan juga tergerak untuk melakukan penutupan mengingat mereka adalah generasi harapan dan investasi bangsa kedepan.

Beberapa argumentasi dari yang kontra penutupan

  1. 1.      Agar penyebaran lokalisasi lebih terkontrol dan dikendalikan

Menurut keilmuan kesehatan masyarakat, lokalisasi itu tidak boleh ditutup karena dikhawatirkan jika penutupan dolly dilaksanakan maka PSK akan tersebar dimana-mana dan lebih susah untuk dikontrol, apalagi banyak terdapat hotel-hotel, kos dan kontrakan di Kota Surabaya yang pengontrolannya lebih susah.

Menurut Pak Isa Ansori hal ini bisa disiasati dengan membuat Perda khusus berkenaan dengan penginapan, hotel dsb yang mengatur perijinan konsumen penginapan tersebut. 

 

  1. 2.      Dikhawatirkan akan menciptakan pasar baru

Dikhawatirkan Dolly akan menciptakan pasar-pasar baru setelah dolly resmi ditutup. Karena dolly sebenarnya adalah pasar, di dalam pasar terdapat supply and demand dan terjadi equilibrium di dalamnya, jika supply ditutup dan dihilangkan, sementara demand masih tetap tinggi maka pasar akan berpindah. Sudah banyak dijumpai germo online, pemesanan PSK melalui internet dsb, menjadikan hotel-hotel kelas bawah makin laris dan tempat-tempat karaokean makin banyak menunya. Bukan hanya internet, jaringan PSK ala Keyko, peminatnya masih tetap saja ada.

Jelas, ini memang merupakan konsekuensi logis jika dilakukan penutupan lokalisasi dolly, bagaimanapun tidak hanya pemerintah, seluruh elemen masyarakat harus bekerja bersama-sama mengawasi peralihan pasar ini terjadi. Peran kaum muda kreatif yang berperan dalam sektor pendidikan juga ditunggu.

  1. 3.      Alasan perekonomian

Masyarakat dolly telah terbiasa mendapatkan pendapatan yang cukup besar dengan adannya lokalisasi tersebut, tidak dapat diungkiri keberadaan lokalisasi dapat menjadi pemasukan bagi pemilik warung makan, warung kopi, juru parkir, penjual makanan, pengusaha laundry dsb. Oleh karena itu, bagaimana nasib masyarakat disana pasca penutupan dolly juga menjadi argumentasi penolakan penutupan

Argumentasi ini dikalahkan dengan dampak negatif dari lokalisasi yang lebih besar jika dibandingkan dengan tidak adanya lokalisasi dan aktivitas prostitusi. Logikanya sederhana, dari aktivitas prostitusi tersebut objek terdampak langsung yaitu pengguna jasa seks komersial terkena penyakit, lalu pengguna seks tersebut pulang ke lingkungan keluarganya dan dengan mudah menularkan penyakitnya kepada istri dan anak-anaknya. Sementara sebagaimana diketahui recovery cost yang keluar jauh lebih besar untuk penanganan penyakit.

  1. 4.      Alasan Pemasukan untuk daerah

Data menunjukkan pendapatan Kota Surabaya 80% disokong dari perolehan pajak dan retribusi, sementara sisanya yang 20% didapat dari aktivitas perekonomian yang berjalan. Muncul spekulasi bahwa jika dolly ditutup maka pendapatan Kota Surabaya akan menurun drastis mengingat transaksi perbulan bisa mencapai 34 Milyar.

Hal ini disanggah sepenuhnya oleh Isa Ansori, menurut beliau memang benar bahwa 80% APBD diperoleh dari retribusi dan pajak, namun kata beliau aktivitas “esek-esek” di dolly itu sama sekali tidak memberi pemasukan bagi Kota Surabaya, sementara itu Pak Ariestita menyampaikan bahwa aktivitas dolly merupakan “hidden economy” yang sama sekali tidak berkontribusi terhadap pendapatan Kota Surabaya.

  1. 5.      Alasan Kemiskinan harus dibenahi terlebih dahulu.

Kita pasti bersepakat bahwa kemiskinan merupakan salah satu faktor wanita ataupun pria rela menjajakan dirinya sebagai Pekerja Seks. Namun yang perludiperhatikan disini bahwasanya kemiskinan bukanlah satu-satunya faktor dan bukan merupakan faktor utama.

Survey menunjukkan bahwa kebanyakan PSK tersebut adalah lulusan SMP dan SMA, namun juga tercatat ada satu orang orang lulusan S-1 yang juga menjadi PSK! Ini menunjukkan bahwa bukan lagi kemiskinan, tapi faktor lain seperti gaya hidup, latar belakang keluarga dan komunikasi serta pendidikan dari orang tua yang tidak mereka dapatkan sehingga menyebabkan mereka terjerumus dalam tempat pelacuran.

Rekomedasi yang diusulkan:

  1. Dibuatkan Perda tentang hotel, hostel, kontrakan dsb perihal pelarangan digunakannya tempat-tempat tersebut sebagai tempat prostitusi. Pembuatan Perda ini juga harus ditindak lanjuti dengan pengawalan ketat dari Pemerintah agar pasca penutupan, praktik prostitusi tetap dapat dikendalikan.
  2. Diberikan pelatihan tertentu yang menunjang kompetensi. Memang selama ini pendekatan yang dilakukan Dinas Sosial kurang tepat, selama ini dians sosialhanya berpikiran untuk menyelenggarakan pelatihan menjahit dan membuka salon, padahal tidak semua PSK memiliki minat untuk itu.

namun yang juga diperhatikan adalah selayaknya tidak hanya pemerintah yang dituntut, namun dari berbagai elemen masyarakat, komunitas gerakan sosial, organisasi mahasiswa  dsb juga harus ikut berperan untuk memberikan pelatihan ketrampilan kepada ex PSK dolly pasca penutupan.

3.      Pembentukan gerakan terintegrasi bersama pemerintah dan stakeholder terkait pasca penutupan dolly. Ini mutlak diperlukan mengingat tidak hanya peran pemerintah yang dituntut, namun hendaknya kita semua, terutama kaum muda yang menginginkan untuk mewujudkan surabaya dan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. 

Namun yang pasti 18 Juni 2014 atau seminggu sebelum Bulan Ramadhan Dolly pasti akan ditutup. KM ITS, sampaikan gagasanmu!

Merupakan hasil kesimpulan diskusi #18JuniTutupDolly bersama kawan-kawan sosmas BEM ITS dan Solving Subekti.

Ditulis Oleh:

Moh. Yusuf Hasbi Avissena (NRP. 3110100128)

Menteri Koordinator Pergerakan Muda BEM ITS,

sebagai gambaran usulan press release KM ITS perihal penutupan lokalisasi Dolly 18 Juni 2014.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Juni 2014
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: