Tulisan Avissena

Beranda » Uncategorized » ULASAN BUKU SELF DRIVING – RHENALD KASALI

ULASAN BUKU SELF DRIVING – RHENALD KASALI

Tweet @avicciena

Anda Pengunjung ke...

  • 9,046

selfDrivingAkhir-akhir  ini mulai banyak dijumpai orang-orang tua dari kelas menengah yang kerapkali terlalu memanjakan anak-anak mereka dengan dalih bahwa dulu hidup orang tua mereka amatlah susah dan mereka tidak ingin kehidupan yang dianggap susah itu berulang atau menurun kepada anak-anaknya. Orang-orang tua ini lantas kemudian mengantar jemput anak-anaknya yang seharusnya sudah bisa mandiri (usia SMA misalnya) berangkat dan pulang sekolah bahkan dengan sopir pribadi khusus buat anaknya, atau kita menjumpai anak-anak pada hari libur yang lebih senang bermain game daripada bermain diluar rumah bersama teman-temannya atau sekadar olahraga di akhir pekan. Ketika ditanya kepada orang-orang tua tersebut kenapa membiarkan anak-anaknya hanya berada didalam rumah bermain game, maka jawabannya adalah “ya karena ini keinginan anak saya”, atau “wah anak saya sudah terlalu capek kan setiap hari sekolah, jadi ya biarin dong kalo mau istirahat”.

Menurut Rhenald Kasali, setiap manusia dianugerahi oleh Tuhan sebuah kendaraan, kendaraan itulah dirinya. Lantas dalam “menggunakan” kendaraan itu manusia dibebaskan memilih seperti apa ia ingin berperan. Manusia dapat memilih berperan sebagai driver alias pengemudi atau memilih berperan sebagai passenger atau penumpang. Dengan catatan, setiap peran akan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Dalam kendaraan, driver dituntut tidak boleh tidur. Jangankan tidur, bahkan mengantuk pun tidak boleh karena akan membahayakan kendaraan yang dibawanya, sungguh driver benar-benar jauh dari zona nyaman. Namun sebaliknya, passenger boleh dengan sesuka hati kapan ingin tidur, bahkan tidak tahu jalanpun juga tidak masalah yang penting sampai tujuan.

Kembali pada cerita pada paragraf pertama. Tak pelak, pendidikan dan asuhan orang tua yang kurang tepat inilah yang mencetak anak-anaknya bermental passenger karena semua hal yang anak inginkan sudah ada semua di depan mata. Dalam cerita diatas, anak-anak mendapatkan kesenangan dengan melalui game, teman-temannya adalah teman-teman virtual yang sebenarnya hanyalah komputer. Mereka tidak merasakan panas matahari, keringat dan mungkin luka kecil pada lutut karena terpeleset saat bermain bola.

Anak-anak yang dididik dengan cara seperti ini akan kehilangan daya juang dan kegigihannya untuk memperjuangkan apa yang ia inginkan atau setidaknya hanya untuk menunda kenikmatan. Tidak seperti anak-anak yang bermain bola, mereka harus mengeluarkan keringat agar bola dapat masuk dalam gawang.

Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang penduduknya memiliki karakter driver, yaitu karakter untuk berani mengambil tanggung jawab memimpin dan mengarahkan “kendaraan” yang dipimpinnya, karakter untuk berani tidak tidur bahkan tidak “mengantuk” selama memimpin, selalu penuh inisiatif dan keberanian untuk mencoba melewati “jalan baru” dengan tujuann agar kendaraan dan penumpangnya dapat sampai dengan selamat.

Dunia yang telah berkembang dengan amat dinamis, tidak terkontrol dan penuh ketidak-pastian ini menuntut setiap manusia untuk memiliki bekal hidup yang relevan atas kondisi dunia sekarang. Tidak main-main, dunia akan “melibas” siapa saja yang tidak mampu menyesuaikan diri. Meminjam istilah Charles Darwin “the survival of the fittest” yang bermakna makhluk hidup yang mampu bertahan bukanlah yang terkuat fisiknya, namun yang mampu bertahan hidup atas kondisi apapun yang mendera.

Kondisi lingkungan yang terus berubah menuntut setiap orang untuk mampu beradaptasi bagaimanapun kondisinya. Kemampuan beradaptasi setiap makhluk Tuhan bukanlah didapat hanya dengan berdiam diri di dalam rumah. melainkan harus keluar rumah untuk meninggalkan kenyamanan dan menantang dunia. Semua burung harus berani menjatuhkan diri dari pohon untuk terbang, setiap penyu setelah menetas akan meninggalkan pantai dan menuju samudera, begitupun manusia agar bisa survive, harus berinteraksi dengan lingkungan sekitar, menemui orang-orang baru, belajar kepemimpinan, mengasah keahlian sesuai bidangnya untuk kemudian dapat menggapai kesuksesan.

Prof. Rhenald Kasali menyajikan “Self Driving” dalam tiga belas bab dengan mengawali bab pertama dengan menjelaskan pengertian konsep self driving. Bahwa setiap manusia dianugerahi kendaraan untuk mengejar setiap mimpinya. Kendaraan itulah dirinya sendiri.

Memasuki bab kedua, penulis menyampaikan bahwa manusia sebenarnya adalah makhluk yang selalu berpikir, hanya saja lingkungan dan kebiasaan dan membuat mereka berhenti berpikir. Misalkan, orang tua yang melarang anaknya bepergian keluar negeri sendiri tanpa menggunakan tour guide atau sopir yang nyaman menikmati kemacetan tanpa mencoba rute-rute baru. Saat manusia terjebak dalam kondisi seperti inilah sebenarnya mereka telah berhenti mencari hal-hal yang baru.

Dalam bab ketiga, Prof. Rhenald Kasali bertutur seputar pendidikan di Indonesia dan hakikat pendidikan itu sendiri. Dalam perspektif beliau, pendidikan adalah sebuah proses yang berjalan secara terus-menerus tanpa henti. Penulis menyayangkan bahwa banyak para lulusan perguruan tinggi bertitel S-1 atau S-2 yang bingung saat ditanya buku apa yang terakhir mereka baca. Padahal pengetahuan yang didapat diluar jalur ijazah berkembang jauh lebih pesat. Seharusnya lulusan perguruan tinggi tersebut dengan penuh inisiatif menambah pengetahuan dengan banyak membaca.

Lalu pada bab empat dan lima disampaikan kajian seputar good and bad passenger atau good and bad driver dikupas secara mendalam. Bahwa ternyata tidak semua driver itu memiliki good character, begitupun passenger, tidak semuanya memiliki bad character. Bad driver adalah orang-orang yang memiliki inisiatif tinggi dan bergerak cepat, namun mereka selalu menimbulkan masalah dan niatnya untuk bekerja belum tentu tulus. Dan bad driver memiliki dampak yang lebih buruk dalam sebuah perusahaan karena mereka dapat mempengaruhi orang lain untuk mengekor menjadi buruk juga.

Untuk berubah menjadi driver bukanlah dengan hanya berpangku tangan menanti perubahan diri terjadi. Namun setiap orang haruslah berlatih untuk selalu disiplin, berani mengambil risiko, berusaha untuk berhasil (menjadi pemenang), berpikir praktis, kreatif, kritis. Karakter-karakter yang dipersyaratkan oleh penulis ini semata-mata dilakukan agar kita bersungguh-sungguh dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan dan benar-benar bisa mengubah diri sendiri. Karena perubahan diri akan mengubah lingkungan, dan perubahan lingkungan akan mengubah bangsa.

Pada bab tiga belas penulis menekankan pentingnya memiliki growth mindset agar kita tidak terjangkit penyakit pikiran yang stagnan. Growth mindset ini bisa dilatih. Cara melatihnya adalah dengan mencoba hal-hal baru yang penuh tantangan, mematok cita-cita yang tinggi dan senantiasa berusaha keras untuk menggapainya.

Di akhir buku “Self Driving” penulis menutupnya dengan sebuah bab berjudul “Epilog” yang menekankan pentingnya menyiapkan generasi masa depan. Masa depan bangsa ini ada pada tangan-tangan anak-anak kita nantinya. Oleh karena itu, pendidikan terhadap anak-anak merupakan suatu hal yang amat penting. Satu hal lagi yang menjadi catatan utama penulis, yakni jangan sekali-sekali mempersempit makna pendidikan hanya belajar di dalam kelas. Perlu diketahui, bahwasanya pendidikan dapat berlangsung dimana saja. Sehingga kita sebagai orang tua nantinya akan benar-benar mendidik anak-anak kita secara sungguh-sungguh terutama diluar jam-jam sekolah atau saat liburan di rumah.

Sebagai seorang akademisi dengan level guru besar, Prof. Rhenald Kasali telah banyak menulis artikel dan buku yang semuanya sangat mudah dibaca dan dipahami seluruh lapisan masyarakat dari berbagai level pendidikan. Bahkan beliau mampu menyajikan data-data ilmiah dengan mudah dipahami sehingga seringkali beliau banyak menyampaikan materi dan kuliahnya di berbagai forum.

Akhir kata, buku ini very recommended untuk dibaca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Februari 2016
S S R K J S M
« Des   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
29  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com
%d blogger menyukai ini: