Tulisan Avissena
Maret 2017
S S R K J S M
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Follow Tulisan Avissena on WordPress.com

SETITIK NILA YANG SEHARUSNYA TIDAK ADA

Mendapatkan kesempatan untuk dapat mengikuti Latihan Dasar Disiplin dan Bela Negara di lingkungan PUSLATDIKSARMIL TNI Angkatan Laut merupakan kesempatan pertama bagi saya dan semoga menjadi yang terakhir pula sebagai tanda bahwa saya telah diangkat sebagai pegawai tetap PT. Angkasa Pura I.

Selama 10 hari calon pegawai PT. Angkasa Pura I rekruitmen 2015 (lebih…)

ULASAN BUKU “LETTERS TO KAREL”

Hampir setahun setelah lulus dari kampus saya membaca buku ini dan itu. Mulai dari novel, sejarah, bisnis, pengembangan diri dan lain sebagainya, bahkan saya merasa intensitas membaca saya jauh lebih banyak sekarang dibandingkan semasa kuliah.

Sebuah buku yang saya baca tiap lembarnya selalu menjadikan air mata menitik dan berlinang–dan setelah terasa di pipi–buru-buru saya menutupnya untuk mencegah air mata ini berlinang lebih banyak. Baru kemudian beberapa saat lagi saya buka dan saya tutup kembali saat air mata mulai berlinang lagi. Terus begitu hingga buku ini tuntas saya baca. Dan akhirnya bisa juga selesai, alhamdulillah.
Lebay ya kayaknya? Buku apa sih ini?
Saya menjelaskan keadaan saya apa adanya, seorang yang sanguin koleris, yang begitu mudahnya menitikkan air mata saat buku ini saya baca. *halah (lebih…)

Hidup Sekali, Berarti, lalu Mati

JENDERAL CERDAS ITU BERNAMA MOELDOKO

2014-07-11 18.54.53Pasca pilpres ini yang terpenting adalah bagaimana mengatasi kemungkinan konflik horizontal yang akan terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya konflik, namun dalam case pilpres kali ini, pada umumnya dapat terjadi konflik dikarenakan salah satu kubu pendukung capres yang tidak terima atas hasil yang ada atau merasa tersinggung dengan kubu pendukung capres lawannya.

Satu hal menarik yang patut kita cermati adalah fenomena Quick Count yang berhasil membentuk opini publik. Karena opini publik yang telah terbentuk itulah, konflik horizontal terjadi di beberapa kota di Indonesia, diantaranya Solo dan Semarang. Hal ini juga tidak terlepas dari kedua capres—tanpa menunggu hasil Real Count KPU—yang melakukan deklarasi kemenangan (lebih…)

Mahasiswa; INDEPENDEN atau NETRAL?

intelektual menurut para positivis tidak masuk ke ranah praktis, dia hanya berpikir tentang dunia, namun tidak bisa mengubah dunia. namun menurut Bung Hatta, intelektual memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan kebenaran, memberitahu kepada khalayak apa yang benar dan mencerahkan dan berpartisipasi melakukan perbaikan
Mahasiswa adalah kaum intelektual, siapa yang lebih menyukai gagasan yang dicetuskan Bung Hatta pasti berpikir bahwa mahasiswa juga harus turut mengambil peran perbaikan. disinilah persoalan itu bermula, penilaian mahasiswa yang ingin melakukan perbaikan bisa dinilai tidak netral, tidak independen atau apalah itu. (lebih…)

#18JuniTutupDolly; ITS bisa apa?

Sejarah

Kawasan dolly dulunya merupakan kawasan pemakaman warga Tionghoa pada zaman penjajahan Belanda, namun pemakaman ini kemudian diubah oleh sorang Noni Belanda bernama dolly dan dijadikan sebagai tempat pelacuran yang disediakan untuk orang-orang belanda yang sampai saat ini masih ada dan justru makin besar, bahkan konon katanya transaksi perbulan di lokalisasi tersebut dapat mencapai 34 Milyar.tolak-penutupan-gang-dolly

Informasi terkini

Berdasarkan Survey yang dilakukan oleh Bapak Isa Ansori seorang aktivis pemerhati sosial dolly yang telah lebih dari 2 tahun disana, beliau melakukan survey di lokalisasi dolly dan jarak, (lebih…)

REFORMA(K)SI; Gagasan Baru Pergerakan Mahasiswa dan Aksi

Kehidupan bernegara mengalami banyak perubahan sejak reformasi 1998. Sejumlah lembaga negara baru lahir, kebebaan berekspresi dijamin undang-undang dan kekuasaan politik didesentralisasi. Namun, tatanan hidup bangsa yang menjunjung supremasi hukum dan demokratis, seperti tuntutan mahasiswa 16 tahun yang lalu, tidak kunjung terwujud. Korupsi merajalela di tengah-tengah pragmatisme yang meruyak. Negara ibarat “lumpuh” mewujudkan impian-impian reformasi.timthumb

Pergerakan mahasiswa bergulir pada tiap zaman, Peristiwa penggulingan Soekarno, Peristiwa Malari sampai kemudian seolah ”ditutup” dengan peristiwa Reformasi. Tanpa mengenal tapal batas ruang dan waktu, mahasiswa Indonesia selalu hadir dalam tiap panggung sejarah bangsanya.

Masih mengenang romantisme gerakan mahasiswa ’98 yang selalu dijadikan kebanggaan karena kemampuannya untuk tampil dalam panggung persimpangan peradaban, menjadikan mahasiswa angkatan 2000-an seolah tidak mempunyai referensi lain berkenaan dengan gerakan mahasiswa dalam konteks kekinian. Angkatan 98, hampir itu (lebih…)